Economic Security

G20 summit agrees on deficit cuts by 2013

Leaders at the G20 summit in Canada have agreed to cut national budget deficits while endeavouring to promote economic growth.

Host Stephen Harper, the Canadian prime minister said short-term stimulus measures would be needed to get economies moving.

Correspondents note that every major G20 country had already committed to halve deficits within three years.

Proposals for a global levy on banks have been dropped, Mr Harper said.

Instead, that will be left to individual countries.

The head of the International Monetary Fund, Dominique Strauss-Kahn, said focussing on budget deficits was oversimplifying the problem, because the situation differed from one country to another.

He added that more robust growth was also needed, both to reduce unemployment and to lessen the burden of large public debts.

While the summit rejected applying a universal banking levy, it did press for banks to have a greater financial cushion to protect against any future crises.

The G20 agreed that banks must build up higher levels of capital and liquidity but it adopted a longer timeframe for this, saying 2012 should mark the start of the process, not the end.

Speaking to reporters after the summit, US President Barack Obama said tighter regulations, including bigger capital requirements for banks, would be addressed at the next G20 summit in Seoul, South Korea, in November.

“We must do everything in our power to avoid a repeat of the recent financial crisis.”

China moves

Addressing a reporter’s question, Mr Obama said he expected China’s currency to rise in accordance with its recent commitment to let the renminbi float more freely against the dollar.

“A strong and durable recovery also requires countries not having an undue advantage. So we also discussed the need for currencies that are market-driven,” he said.

“As I told President Hu yesterday, the United States welcomes China’s decision to allow its currency to appreciate in response to market forces.”

But China resisted including a line in the summit’s final statement on its currency commitment, saying it was a sovereign matter.

David Cameron, attending his first summit since becoming UK prime minister last month, said the stalled Doha round of global trade talks may need to be broadened in order to make progress.

“I totally support the completion of Doha, but we are not making progress and we need to do things in a different way so that these eight years of negotiation can be brought to a conclusion,” said Mr Cameron.

Growth worries

The group of 20 leading and emerging nations had been split over the pace of budget cuts.

US President Barack Obama warned against fast and deep budget cuts, fearing damage to global growth.

But European members, including the UK, France, and Germany, have already led moves to slash record public deficits, despite opposition from the United States which is expected to run a $1.3tn deficit in 2010.

Emerging economies such as Argentina and Brazil had worried that budget cuts in rich countries would hurt their export-dependent economies.

“If the cuts take place in advanced countries it is worse,” said Brazilian Finance Minister Guido Mantega.

“Because instead of stimulating growth they pay more attention to fiscal adjustments, and if they are exporters they will be reforming at our cost.”

http://news.bbc.co.uk/2/hi/business/10429446.stm

[ Analisis ]

G20 Setuju pemotongan defisit pada tahun 2013, hal ini benar – benar sangat bermanfaat apalagi dengan hal seperti ini pertumbuhan akan menjadi lebih kuat, baik untuk mengurangi pengangguran dan juga mengurangi beban utang publik yang besar.

diharapkan dengan adanya hal seperti ini akan mengurangi krisis kerusakan pada pertumbuhan global. semoga saja.

Military Security

Perusahaan Kemanan Militer Jerman Membantu Perang Somalia

Anggota parlemen Jerman telah menyuarakan keprihatinan tentang kesepakatan antara perusahaan keamanan Jerman militer dan seorang panglima perang memusuhi pemerintah yang didukung PBB di Somalia.

Keamanan Jerman Asgaard Group, yang menyewa mantan tentara Jerman, telah menandatangani kontrak dengan Abdinur Ahmed Darman, yang mengaku menjadi presiden Somalia.

Anggota parlemen dari tiga pihak Jerman mengatakan kesepakatan itu akan memperburuk konflik di Somalia dan melanggar sanksi PBB.

Tapi wartawan BBC di Somalia mengatakan  Darman adalah tokoh marjinal dalam perang.

Darman menyatakan dirinya sebagai presiden pada tahun 2003, namun tidak tinggal di negara selama sekitar lima tahun, dan dianggap oleh sebagian besar warga Somalia sebagai pencari publisitas, wartawan BBC Mohamed Moalimuu laporan dari ibukota Mogadishu.

Mempersiapkan daya

Asgaard mengatakan akan menyediakan layanan, termasuk pelatihan militer, hanya ketika Mr Darman menjadi pemimpin negara.

Menurut Darman Partai Republik memiliki kantor di Mogadishu dan kadang-kadang masalah laporan – mengacu kepada Darman sebagai presiden – tetapi tidak dianggap sebagai pemain politik utama.

“Begitu dia mengandaikan kontrol lagi urusan-urusan negara, dengan persetujuan PBB, Asgaard GSG akan mengambil alih pelatihan, perlengkapan dan penyediaan layanan api, pelayanan kesehatan masyarakat dan pengendalian bencana alam, serta polisi dan militer,” pernyataan di situs Asgaard mengatakan;

“Kami ingin melakukan ini dalam kerjasama erat dengan pemerintah Jerman, dan kami sama sekali tidak bertindak terhadap kepentingan mereka Pada titik ini tidak ada warga Jerman di Somalia atas dorongan Asgaard GSG..”

Somalia telah diguncang oleh kekerasan selama lebih dari dua dekade.

Seorang anggota parlemen Jerman terkemuka di partai Linke sayap kiri, Paul Schaefer, mengatakan kesepakatan itu Asgaard mengkhawatirkan “karena kebijakan semacam bayangan asing, di luar kendali parlemen”.

Seorang politisi liberal Jerman FDP, Rainer Stinner, kata seperti kesepakatan “jelas melanggar” sanksi PBB melarang pengiriman senjata atau pelatihan bagi milisi Somalia.

Pemberontakan Islamis

kelompok-kelompok Islam mengendalikan sebagian besar bagian selatan negara itu, dengan pemerintah transisi yang didukung PBB yang dipimpin oleh Presiden Sheikh Sharif Sheikh Ahmed terbatas pada bagian-bagian kecil dari ibukota.

Presiden Ahmed – seorang mantan pemimpin pemberontak yang dipilih oleh anggota parlemen Somalia pada bulan Januari 2009 – di Turki untuk menghadiri konferensi perdamaian, di mana dia mengatakan kepada BBC bagaimana ia dimaksudkan untuk mengatasi Islamis.

Dia mengatakan ia ingin membangun pasukan pemerintah sementara yang menawarkan cabang zaitun untuk radikal yang mungkin berubah.

Namun wartawan BBC Mark Doyle di Istanbul mengatakan jauh dari jelas apakah presiden, dijelaskan di Barat sebagai, moderat akan menang.

Dia memiliki dukungan Barat sekarang, karena Washington berharap ia akan tetap al-Qaeda di teluk di Afrika Timur, tetapi dukungan Barat adalah piala yang diracuni di Somalia nasionalis, katanya.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/world/europe/10148322.stm

( Analisis Kritis )

Yang kita ketahui perang Somalia adalah konflik bersenjata di somalia yang melibatkan Ethiopia dan pemerintahan transisi federal somalia melawan militan islam, ICU ( Islamic Court Union ) dan milisi lainnya. Perang secara resmi dimulai pada tanggal 21 desember 2006, ketika pemimpin ICU Sheik Hassan Dahir Aweys, mendeklarasikan “Somalia berada dalam perang, dan semua bangsa Somalia harus ikut berperang melawan Ethiopia”

Dengan bantuan militer dari Jerman jelas bahwa milisi Somalia akan lebih kuat lagi melawan milisi islam, hal yg demikian akan semakin berlarut – larut, apalagi jika didalam konflik tersebut terdapat kepentingan dari masing – masing negara yg membantu.

Perdagangan Manusia

Sebuah kelompok pemberontak di Republik Demokratis Kongo merekrut Natalia saat ia berusia 12 tahun: “Suatu hari, para pemberontak menyerang desa dimana saya tinggal. Saya bersembunyi dan melihat saat mereka membunuh keluarga saya dan memperkosa ibu serta saudara-saudara perempuan saya. Saya pikir jika saya bergabung dengan pasukan mereka, saya akan aman. Dalam pasukan tersebut saya dilatih untuk menggunakan senjata dan saya menjalankan tugas sebagai penjaga. Saya sering dipukuli dan diperkosa oleh para prajurit lain. Suatu hari seorang komandan ingin menjadikan saya istrinya, maka saya mencoba melarikan diri. Mereka menangkap saya, mencambuki saya dan memperkosa saya setiap malam selama berhari-hari. Saat saya baru berusia 14 tahun, saya melahirkan seorang bayi. Saya bahkan tidak mengetahui siapa ayahnya. Saya melarikan diri lagi tetapi saya tidak tahu harus pergi kemana dan tidak mempunyai makanan untuk bayi saya. Saya sangat takut untuk pulang ke rumah.”

Hal diatas adalah salah satu contoh bentuk perdagangan manusia. Sedangkan arti dari perdagangan manusia itu adalah segala transaksi jual beli terhadap manusia. Menurut Protokol Palermo pada ayat tiga definisi aktivitas transaksi meliputi:

  • perekrutan
  • pengiriman
  • pemindah-tanganan
  • penampungan atau penerimaan orang

Yang dilakukan dengan ancaman, atau penggunaan kekuatan atau bentuk-bentuk pemaksaan lainya, seperti:

  • penculikan
  • muslihat atau tipu daya
  • penyalahgunaan kekuasaan
  • penyalahgunaan posisi rawan
  • menggunakan pemberian atau penerimaan pembayaran (keuntungan) sehingga diperoleh persetujuan secara sadar (consent) dari orang yang memegang kontrol atas orang lainnya untuk tujuan eksploitasi.

Eksploitasi meliputi setidak-tidaknya; pelacuran (eksploitasi prostitusi) orang lain atau lainnya seperti kerja atau layanan paksa, pebudakan atau praktek-praktek serupa perbudakan, perhambaan atau pengambilan organ tubuh.

Dalam hal anak perdagangan anak yang dimaksud adalah setiap orang yang umurnya kurang dari 18 tahun.

Kita tidak dapat memahami tragedi Perdagangan Manusia, dan tidak pula dapat berhasil memberantasnya, kecuali jika kita mempelajari para korbannya: siapa mereka, mengapa mereka begitu rentan, bagaimana mereka dijebak, dan apakah yang  bisa dilakukan untuk membebaskan dan menyembuhkan mereka. Dalam menilai usaha-usaha pemerintah asing, Laporan PM menyoroti “tiga P” dari prosecution, protection dan prevention (penuntutan, perlindungan dan pencegahan). Tetapi suatu pendekatan yang terpusat pada korban Perdagangan mengharuskan kami menggunakan  “tiga R” – rescue, removal dan reintegragtion (penyelamatan, pemindahan, dan reintegrasi). Kita harus memperhatikan tangisan mereka yang tertangkap. Pekerjaan kami tidak akan berhenti Hingga semua negara bersatu untuk melawan kejahatan ini. Lebih dari 140 tahun yang lalu, Amerika Serikat berjuang melawan perang yang menghacurkan untuk membersihkan negara dari perbudakan, dan untuk mencegah mereka yang mendukung perbudakan memecah belah bangsa. Walaupun pada waktu itu kami berhasil menghapuskan praktek yang disetujui negara, perbudakan manusia telah kembali sebagai suatu ancaman global yang terus tumbuh bagi kehidupan dan kebebasan jutaan pria, wanita dan anak-anak.

Tidak ada negara yang kebal terhadap Perdagangan Manusia. Setiap tahunnya, diperkirakan 600.000 – 800.000 laki-laki, perempuan dan anak-anak diperdagangkan menyeberangi perbatasan-perbatasan internasional  (beberapa organisasi internasional dan organisasi swadaya masyarakat mengeluarkan angka yang jauh lebih tinggi), dan Perdagangan terus berkembang. Angka ini merupakan tambahan untuk angka lain yang jauh lebih tinggi yang belum  dapat dipastikan jumlahnya berkenaan dengan korban-korban  perdagangan manusia di dalam berbagai negara. Para korban dipaksa untuk bekerja pada tempat pelacuran, atau bekerja di tambang-tambang dan tempat kerja buruh berupah rendah, di tanah pertanian, sebagai pelayan rumah, sebagai prajurit di bawah umur dan, dalam banyak bentuk perbudakan di luar kemauan mereka. Pemerintah AS memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari para korban yang diperdagangkan secara internasional diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual.

Berjuta-juta korban diperdagangkan di dalam negaranya sendiri. Didorong oleh unsur-unsur kriminal, penderitaan ekonomi, pemerintahan yang korup, kekacauan sosial, ketidakstabilan politik, bencana alam, dan konflik bersenjata, perbudakan abad 21 menjawab kebutuhan dunia akan tenaga kerja yang murah dan rentan. Selain itu, keuntungan yang didapat dari perdagangan manusia mendanai sindikat kejahatan internasional, membantu perkembangan korupsi pemerintah, dan meruntuhkan peranan hukum. Amerika Serikat memperkirakan bahwa keuntungan dari Perdagangan Manusia merupakan salah satu dari tiga sumber pendapatan teratas bagi kejahatan terorganisir setelah perdagangan narkotika dan perdagangan senjata.

Perbudakan moderen  merupakan ancaman multidimensi bagi semua bangsa. Selain penderitaan individu akibat pelanggaran hak asasi manusia, keterkaitan antara perdagangan manusia dengan kejahatan terorganisir serta ancaman-ancaman keamanan yang sangat serius seperti perdagangan obat-obatan terlarang dan senjata, menjadi semakin  jelas. Begitu pula kaitannya dengan keprihatinan kesehatan masyarakat yang serius, karena banyak korbanmengidap penyakit, baik akibat kondisi hidup yang miskin maupun akibat dipaksa melakukan hubungan seks, dan diperdagangkan ke komunitas-komunitas baru. Sebuah negara yang memilih untuk mengebelakangkan masalah Perdagangan Manusianya membahayakan bangsanya sendiri. Tindakan cepat sangat dibutuhkan.

Apakah itu perdagangan Manusia?

Protokol Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Mencegah, Menekan dan Menghukum Perdagangan Manusia, khususnya pada wanita dan Anak-anak (salah satu dari tiga “Protokol Palermo”), mendefinisikan Perdagangan Manusia sebagai:

Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan atau penerimaan seseorang, dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk lain dari pemaksanaan, penculikan, penipuan, kebohongan, atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau memberi atau menerima pembayaran atau memperoleh keuntungan agar dapat memperoleh persetujuan dari seseorang yang berkuasa atas orang lain, untuk tujuan exploitasi. Exploitasi termasuk, paling tidak, exploitasi untuk melacurkan orang lain atau bentuk bentuk lain dari exploitasi seksual, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik-praktik serupa perbudakan, perhambaan atau pengambilan organ tubuh.

Banyak Negara   keliru dalam memahami definisi ini dengan melupakan perdagangan manusia dalam Negara atau menggolongkan migrasi tidak tetap sebagai perdagangan . TVPA menyebutkan “bentuk-bentuk perdagangan berat” didefinisikan sebagai:

A.    Perdagangan seks dimana tindakan seks komersial diberlakukan secara paksa, dengan cara penipuan, atau kebohongan, atau dimana seseorang diminta secara paksa melakukan suatu tindakan demikian belum mencapai usia 18 tahun; atau

B.    Merekrut,  menampung, mengangkut, menyediakan atau mendapatkan seseorang untuk bekerja atau memberikan pelayanan melalui  paksaan, penipuan, atau kekerasan untuk tujuan  penghambaan, peonasi, penjeratan hutang (ijon) atau perbudakan.

Dalam definisi-definisi ini, para korban tidak harus secara fisik diangkut dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Definisi ini juga secara jelas berlaku pada tindakan merekrut, menampung, menyediakan, atau mendapatkan seseorang untuk maksud-maksud tertentu.

Apakah Korban Manusia dan Sosial akibat perdagangan manusia?

Para korban Perdagangan Manusia mengalami banyak hal yang mengerikan.  Luka fisik dan psikologis, termasuk penyakit dan pertumbuhan yang terhambat, seringkali meninggalkan pengaruh permanen yang mengasingkan para korban  dari keluarga dan masyarakat mereka. Para korban Perdagangan Manusia seringkali kehilangan kesempatan penting mereka untuk mengalami perkembangan sosial, moral, dan spiritual. Dalam banyak kasus eksploitasi pada korban Perdagangan Manusia terus meningkat: seorang anak yang diperjualbelikan dari satu kerja paksa dapat terus diperlakukan dengan kejam di tempat lain. Di Nepal, para anak gadis yang direkrut untuk bekerja di pabrik-pabrik karpet, hotel-hotel, dan restoran kemudian dipaksa untuk bekerja di industri seks di India. Di Filipina dan banyak negara lain, anak-anak yang awalnya berimigrasi atau direkrut untuk hotel dan industri pariwisata, seringkali berakhir dengan terjebak di dalam rumah-rumah pelacuran. Suatu kenyataan kejam mengenai perdagangan budak moderen adalah para korbannya  seringkali dibawa dan dijual.

Sebagai contoh:

Tina, seorang anak berusia belasan tahun dari desa pedalaman Indonesia, berhutang ratusan dolar untuk selama empat bulan mengikuti pelatihan pembantu rumah tangga dan tinggal selama lebih dari empat bulan di sebuah pusat tenaga kerja Indonesia. Dari sana, Tina, seperti kebanyakan gadis Indonesia lainnya, diangkut ke Malaysia dengan keyakinan akan bekerja sebagai  pembantu rumah tangga bagi pasangan Malaysia. Dipaksa untuk bekerja hingga 15 jam sehari dalam bisnis keluarga dimana ia tidur di lantai, Tina diberitahu bahwa gajinya akan ditahan hingga ia menyelesaikan dua tahun kontraknya. Setelah berkali-kali diperlakukan dengan kejam secara fisik, ia mencari tempat perlindungan di penampungan korban milik LSM Malaysia. Tina telah  melaporkan kasusnya kepada polisi  dan dia telah diberi perpanjangan visa imigrasi supaya   dapat melanjutkan  kasusnya melawan majikannya di Malaysia.

Para korban yang dipaksa dalam perbudakan seks seringkali  dibius dengan obat-obatan dan menderita kekerasan yang luar biasa. Para korban yang diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual menderita cedera fisik dan emosional akibat kegiatan seksual yang belum waktunya, diperlakukan dengan kasar, dan menderita penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks termasuk HIV/AIDS. Beberapa korban menderita cedera permanen pada organ reproduksi mereka. Selain itu, korban biasanya diperdagangkan di lokasi yang bahasanya tidak mereka pahami, yang menambah cedera psikologis akibat isolasi dan dominasi. Ironisnya, kemampuan manusia untuk menahan penderitaan yang amat buruk dan terampasnya hak-hak mereka malah membuat banyak korban yang dijebak terus bekerja sambil berharap akhirnya mendapatkan kebebasan.

Perdagangan Manusia adalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia, Pada dasarnya, Perdagangan Manusia melanggar hak asasi universal manusia untuk hidup, merdeka, dan bebas dari semua bentuk perbudakan. Perdagangan anak-anak merusak kebutuhan dasar seorang anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan merusak hak anak untuk bebas dari kekerasan dan eksploitasi seksual.


Fakta mengenai Pariwisata Seks Anak

Eksploitasi seks komersial terhadap anak-anak mempengaruhi jutaan anak setiap tahunnya di banyak negara . Salah satu bentuk dari eksploitasi ini adalah fenomena yang terus meningkat mengenai Pariwisata Seks Anak (CST – Child Sex Tourism). Orang yang melakukan perjalanan dari negaranya ke negara lain untuk melakukan seks komersial dengan seorang anak berarti melakukan CST. Kejahatan semakin meningkat didukung oleh pelaksanaan hukum yang lemah, Internet, kesenangan perjalanan dan kemiskinan.

Para turis yang terlibat dengan CST biasanya melakukan perjalanan dari negara asal mereka ke negara-negara berkembang. Turis-turis seks dari Jepang misalnya, melakukan perjalanan ke Thailand, dan yang dari Amerika cenderung melakukan perjalanan ke Meksiko atau Amerika Tengah. “Para Pelaku Kekejaman Situasional” ini tidak dengan sengaja melakukan perjalanan untuk mencari seks dengan seorang anak tetapi mengambil keuntungan dari anak-anak secara seksual begitu mereka berada di suatu negara. “Para Pelaku Kekejaman Seks Yang Menyukai Anak-anak” atau fedofilia melakukan perjalanan untuk maksud mengeksploitasi anak-anak.

Sebagai jawaban dari fenomena pertumbuhan CST, organisasi antar pemerintah, industri pariwisata dan pemerintah telah membicarakan masalah tersebut. Kongres Dunia Melawan Eksploitasi Seksual Komersial yang diadakan di Stockholm dan Yokohama pada tahun 1996 dan 2001, menggambarkan perhatian internasional yang signifikan pada masalah tersebut. Organisasi Pariwisata Dunia membuat sebuah gugus tugas untuk memerangi CST dan menyebarluaskan Kitab Undang-undang Dunia mengenai Tingkah Laku untuk Pariwisata pada tahun 1999. Selama lima tahun terakhir, terdapat peningkatan di dunia internasional dalam hal pengajuan tuntutan atas pelanggaran pariwisata seks. Saat ini, 32 negara memiliki undang-undang ekstrateritorial yang mengijinkan penuntutan warga negara mereka untuk kejahatan yang dilakukan di luar negeri, tanpa memperhatikan apakah pelanggaran tersebut dapat dikenakan hukuman di negara dimana kejahatan itu terjadi atau tidak.

Beberapa negara telah mengambil langkah-langkah yang patut dihargai untuk melawan pariwisata seks anak. Misalnya, Kementrian Pendidikan Perancis bersama dengan perwakilan industri perjalanan membuat garis-garis besar mengenai CST untuk kurikulum sekolah pariwisata, dan Maskapai udara milik negara Perancis juga mengalokasikan bagian dari keuntungan penjualan mainan saat penerbangan untuk mendanai program-program kesadaran masyarakat terhadap CST. Brazil  meluncurkan kampanye kesadaran nasional dan internasional mengenai pariwisata seks. Itali mengharuskan para penyelenggara tur untuk memberikan informasi yang berkenaan dengan undang-undang ekstra teritorialnya mengenai pelanggaran seks anak, dan hampir setiap penyelenggara tur Swedia telah menandatangani sebuah kitab undang-undang perilaku yang menyetujui pemberian pendidikan kepada para staf mengenai CST. Kamboja membentuk unit-unit kepolisian yang terfokus untuk memerangi pariwisata seks anak dan telah menahan dan mengekstradisi fedofilia asing. Jepang menuntut warga negaranya yang tertangkap melakukan seks dengan anak-anak di negara lain.

Amerika Serikat memperkuat kemampuannya untuk memerangi pariwisata seks anak tahun lalu melalui bagian dari Undang-undang Reotorisasi Perlindungan Korban Perdagangan dan Undang-undang PERLINDUNGAN. Bersama-sama, undang-undang ini meningkatkan kesadaran melalui pengembangan dan penyebaran informasi mengenai CST serta meningkatkan hukuman penjara hinga 30 tahun untuk pariwisata seks anak. Dalam delapan bulan pertama “Predator Operasi” (suatu prakarsa untuk memerangi eksploitasi anak, pornografi anak, dan pariwisata seks anak 2003), pihak berwenang hukum AS menahan 25 warga Amerika yang melakukan pelanggaran pariwisata seks anak. Secara keseluruhan, komunitas dunia dibangunkan oleh masalah yang mengerikan mengenai pariwisata seks anak dan mulai mengambil langkah-langkah awal yang penting.

Apakah Perbedaan Antara Perdagangan Manusia Dengan Penyelundupan Manusia?

Perbedaan antara penyelundupan manusia dengan Perdagangan Manusia bisa membingungkan. Kebingungan ini bisa menyulitkan dalam mendapatkan informasi yang akurat, khususnya dari negara-negara transit. Perdagangan manusia seringkali, tapi tidak selalu, melibatkan penyelundupan; korban pada awalnya setuju untuk diangkut di dalam sebuah negara atau melintasi perbatasan. Yang membedakan antara dua kegiatan seringkali memerlukan informasi yang terinci mengenai keadaan akhir para korban.

Penyelundupan pada umumnya dipahami sebagai pengadaan atau pengangkutan manusia untuk mendapatkan keuntungan untuk masuk secara ilegal ke dalam sebuah negara. Tetapi menyediakan fasilitas untuk masuk atau melintasi sebuah negara secara ilegal, secara tersendiri, bukanlah perdagangan manusia, walaupun seringkali dilaksanakan dalam keadaan yang berbahaya. Penyelundupan seringkali melibatkan para migran yang telah setuju dengan kegiatan tersebut. Sementara itu, perdagangan manusia, bisa tanpa persetujuan mereka atau kalaupun korban pada awalnya sudah memberi persetujuan, persetujuan mereka telah ditiadakan karena   pemaksaan, penipuan, atau tidakan kejam dari pada pelaku perdagangan. Korban perdagangan manusia seringkali tidak menyadari bahwa mereka akan dipaksa melakukan prostitusi atau mengalami situasi kerja paksa yang bersifat eksploitasi. Karena itu, penyelundupan bisa menjadi perdagangan ilegal. Komponen kunci yang membedakan perdagangan dengan penyelundupan adalah unsur kecurangan, penipuan, atau pemaksaan.

Tidak seperti penyelundupan, perdagangan manusia dapat terjadi baik korban dipindahkan di dalam negeri atau ke luar negeri.  Menurut TVPA, tidak penting apakah korban telah diangkut ke suatu situasi eksploitasi untuk suatu bentuk perdagangan manusia keji terjadi atau tidak. Sudah cukup untuk menjelaskan bahwa seseorang adalah korban Jika dia direkrut, ditampung, disediakan, atau diperoleh “untuk bekerja atau melayani secara paksa, melalui penggunaan kecurangan, penipuan atau pemaksaan untuk tujuan-tujuan penghambaan, peonasi,  penjeratan hutang (ijon), atau perbudakan.”

Mudah-mudahan segala bentuk perdagangan Ilegal di Indonesia bisa segera diselesaikan, mengingat manusia adalah ciptaan Tuhan bukan sebagai alat perdagangan.


Gender Menurut Islam

Islam adalah sistem kehidupan yang mengantarkan manusia untuk memahami realitas kehidupan. Islam juga merupakan tatanan global yang diturunkan Allah sebagai Rahmatan Lil-’alamin. Sehingga – sebuah konsekuensi logis – bila penciptaan Allah atas makhluk-Nya – laki-laki dan perempuan – memiliki missi sebagai khalifatullah fil ardh, yang memiliki kewajiban untuk menyelamatkan dan memakmurkan alam, sampai pada suatu kesadaran akan tujuan menyelamatkan peradaban kemanusiaan. Dengan demikian, wanita dalam Islam memiliki peran yang konprehensif dan kesetaraan harkat sebagai hamba Allah serta mengemban amanah yang sama dengan laki-laki.

Berangkat dari posisi di atas, muslimah memiliki peran yang sangat strategis dalam mendidik ummat, memperbaiki masyarakat dan membangun peradaban, sebagaimana yang telah dilakukan oleh shahabiyah dalam mengantarkan masyarakat yang hidup di zamannya pada satu keunggulan peradaban. Mereka berperan dalam masyarakatnya dengan azzam yang tinggi untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada diri mereka, sehingga kita tidak menemukan satu sisipun dari seluruh aspek kehidupan mereka terabaikan. Mereka berperan dalam setiap waktu, ruang dan tataran kehidupan mereka.

Kesadaran para shahabiyat untuk berperan aktif dalam dinamika kehidupan masyarakat terbangun dari pemahaman mereka tentang syumuliyyatul islam, sebagai buah dari proses tarbiyah bersama Rasulullah SAW. Islam yang mereka pahami dalam dimensinya yang utuh sebagai way of life, membangkitkan kesadaran akan amanah untuk menegakkan risalah itu sebagai sokoguru perdaban dunia.

Dalam perjalanannya, terjadi pergeseran pemahaman Islam para muslimah yang berdampak pada apresiasi mereka terhadap terhadap nilai-nilai Islam – khususnya terkait masalah kedudukan dan peran wanita – sedemikian hingga mereka meragukan keabsahan normatif nilai-nilai tersebut. Hal muncul disebabkan ‘jauhnya’ ummat ini secara umum dari Al Qur’an dan Sunnah. Disamping itu, di sisi lain pergerakan feminis dengan konsep gendernya menawarkan berbagai ‘prospek’ – lewat manuvernya secara teoritis maupun praktis – tanpa ummat ini memiliki kemampuan yang memadai untuk mengantisipasi sehingga sepintas mereka tampil menjadi problem solver berbagai permasalahan wanita yang berkembang. Pada gilirannya konsep gender – kemudian cenderung diterima bulat-bulat olehkalangan muslimah tanpa ada penelaahan kritis tentang hakekat dan implikasinya.

Paradigma Islam dan Feminisme

Apakah Islam mengenal istilah gender – baik dalam perspektif klasik dan modern? Ini adalah pertanyaan yang sangat mendasar. Untuk tidak memunculkan kesalahan dan kerancuan dalam paradigma berpikir, agaknya perlu dijelaskan masalah ini – dengan memaparkan metodologi Islam dan feminisme – agar interpretasi kita para muslimah dalam memahami wacana tentang peran perempuan tetap berada dalam koridor konsepsi Islam yang utuh.

Metodologi Feminisme (Gender)

Kelemahan paling mendasar dari teori feminisme adalah kecenderungan artifisialnya pada filsafat modern. Pemikiran modern memiliki logika tersendiri dalam memandang realitas. Filsafat modern membagi realitas dalam posisi dikotomis subyek–obyek, dimana rasionalisme dan empirisme merajai pandangan dikotomis atas realitas, dimana laki-laki (subyek) dan perempuan (obyek) dan hubungan diantara keduanya adalah hubungan subyek–obyek (yang satu mensubordinasi yang lain). Dalam pandangan feminisme modern, deskripsi atas realitas seksual hanyalah patriarkal atau matriarkal. Kelemahan dari dikotomis ini menjadi mendasar karena dalam teori feminisme modern, realitas menjadi tersimplikasi ke dalam sistem patriarki. Hal ini kemudian didekontsruksi oleh era post–modernisme dengan post–strukturalisme. Post–strukturalisme membongkar dikotomi subyek–obyek atau ketunggalan kebenaran subyek tertentu. Sehingga realitas seksualpun tidak lagi dipandang hanya dalam dikotomi yang demikian, tetapi dipandang sebagai bentuk pluralitas dengan kesejajaran kedudukan dan masing- masing memiliki nilai kebenarannya sendiri.

Kelemahan lain adalah alat filsafat modern itu sendiri, yaitu rasionalisme dan imperialisme. Dengan rasionalismenya, modernisme mengandalkan bangunan utama subyektif manusia adalah rasionya, dan mambalut kekuatan subyektif dalam keutamaan rasionya. Sedangkan empirisme mengutamakan pengalaman inderawi dan materi sebagai ukuran kebenaran. Feminisme tidak terlepas dari kelemahan ini pula sehingga baik dalam teori maupun gerakan feminisme mau tidak mau menempatkan diri dalam kategorisasi alat modernisme yaitu rasionalisme dan empirisme.

Metodologi Islam

Jika feminisme mendasarkan teorinya pada pandangan atas realitas yang didikotomi atas realitas seksual (patriarkal), sebagaimana liberalisme atas realitas manusia (individu) dan sosialis atas realitas manusia (masyarakat), maka didalam Islam pandangan atas realitas bukan semata-mata tidak ada dikotomi (sebagaimana post– strukturalisme), sehingga setiap bagian tertentu memiliki nilai kebenaran sendiri. Di dalam Islam, nilai kebenaran dalam pandangan post–strukturalisme adalah nilai kebenaran relatif, sementara tetap ada yang mutlak. Sehingga andaipun ada dikotomi atas subyek–obyek, maka subyek itu adalah Sang Pencipta yang memiliki nilai kebenaran mutlak, sedangkan obyeknya adalah makhluk seluruhnya yang hanya dapat mewartakan sebagian dari kebenaran mutlak yang dimiliki-Nya.

Dengan demikian dalam Islam, hubungan manusia dengan manusia lain maupun hubungan manusia dengan makhluk lain adalah hubungan antar obyek. Jika ada kelebihan manusia dari makhluk lainnya maka ini adalah kelebihan yang potensial saja sifatnya untuk dipersiapkan bagi tugas dan fungsi kemanusiaan sebagai hamba (sama seperti jin, QS 51:56) dan khalifatullah (khusus manusia QS 2:30). Kelebihan yang disyaratkan sebagai kelebihan pengetahuan (konseptual) menempatkan manusia untuk memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari obyek makhluk lain dihadapan Allah. Akan tetapi kelebihan potensial ini bisa saja menjadi tidak berarti ketika tidak digunakan sesuai fungsinya atau bahkan menempatkan manusia lebih rendah dari makhluk yang lain (QS 7:179).

Realitas kemanusiaan juga demikian, dia tidak didasarkan oleh kelebihan satu obyek atas obyek yang lain, berupa jenis kelamin tertentu atau bangsa tertentu. Perubahan kedudukan hanya dimungkinkaan oleh kualifikasi tertentu yang disebut dengan taqwa (QS 49:13). Dengan demikian, dikotomi subyek–obyek di dalam Islam tidak sesederhana pandangaan feminisme modern, yaitu dalam sistem patriarkal maupun matriarkal. Kualifikasi yang terikat pada subyek tertinggi yaitu Allah adalah kualifikasi yang melintasi batas jenis kelamin, kelas sosial ekonomi, bangsa dan sebagainya. Dengan demikian kategori-kategori kelebihan subyek atau kelebihbenaran dalam Islam tidak berdasarkan rasionalisme dan empirisme, namun kategorisasi yang melibatkan dimensi lain yaitu wahyu.

Secara normatif, pemihakan wahyu atas kesetaraan kemanusiaan laki- laki dan perempuan dinyatakan di dalam Al Qur’an surat 9:71. Kelebihan tertentu laki-laki atas perempuan dieksplisitkan Al Qur’an dalam kerangka yang konteksual (QS4:34). Sehingga tidak kemudian menjadikan yang satu adalah subordinat yang lain. Dalam kerangka yang normatif inilah nilai ideal universal wahyu relevan dalam setiap ruang dan waktu. Sedangkan dalam kerangka konstektual, wahyu mesti dipahami lengkap dengan latar belakang konteksnya (asbabun nuzul-nya) yang oleh Ali Ashgar Engineer disebut terformulasi dalam bahasa hukum (syari’at).

Syari’at adalah suatu wujud formal wahyu dalam kehidupan manusia yang menjadi ruh kehidupan masyarakat. Antara wahyu (normatif) dengan masyarakat (konteks) selalu ada hubungan dinamis sebagaimana Al Qur’an itu sendiri turun dengan tidak mengabaikan realitas masyarakat, tetapi dengan cara berangsur dan bertahap. Dengan proses yang demikian idealitas Islam adalah idealitas yang realistis bukan elitis atau utopis karena jauhnya dari realitas konteks.

Dari kedua metodologi diatas, jelas bagi kita bahwa feminisme dengan konsep gendernya tidak ada dalam
Islam. Namun kita dituntut untuk mampu menjelaskan peran muslimah itu sendiri dengan paradigma Islam.

—◦◖◐▂Sekilas HAM & Gender▂◐◗◦—

Perbedaaan Jenis Kelamin Dan Gender

Jenis Kelamin : Perbedaan biologis laki-laki dan perempuan berikut fungsi   reproduksinya dimana hal itu berdasarkan

  • Ciptaan tuhan
  • Bersifat kodrati
  • Tidak dapat diubah fungsinya
  • Tidak dapat dipertukarkan
  • berlaku sepanjang jaman dand imana saja

Gender : Perbedaaan sifat, posisi, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan hasil konstruksi sosial

  • Buatan manusia
  • Bersifat sosial
  • Dapat berubah
  • Dapat dilakukan laki-laki dan perempuansesuai dengan kebutuhan kesempatan dan komitmen
  • Tergantung waktu dan kepatutan budaya setempat

Keadilan & Kesetaraan Gender

Keadilan gender : Suatu proses yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh akses/ kesempatan, partisipasi, kontrol dan manfaat pembanguna/ kegiatan.

Kesetaraan gender : Suatu kondisi yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam mencapai hak-hak dasar dalam lingkup keluarga, masyarakat, negara dan dunia internasional.

Kesamaan pemenuhan hak-hak dasar akan meningkatkan kualitas dan martabat kemanusiaan laki-laki dan perempuan secara adil.

Istilah-istilah Gender

  • Sensitif Gender adalah kepekaan bahwa ketidaksetaraan gender dapat menimbulkan ketidakadilan sosial
  • Perspektif/wawasan Gender adalah cara pandang bahwa konstruksi gender dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan kebijakan publik
  • Netral Gender adalah perbedaan gender bukan sebagai permasalahan struktural
  • Bias Gender adalah mengunggulkan salah satu jenis kelamin dalam kehidupan sosial dan kebijakan publik

Keadilan & Kesetaraan

  • Keadilan adalah Suatu PROSES yang seimbang dalam memperoleh akses/ kesempatan, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan/ kegiatan
  • Kesetaraan adalah Suatu KONDISI yang sama dalam mencapai hak-hak dasar dalam lingkup keluarga, masyarakat, negara dan dunia internasional.

Aspek-aspek Keadilan dan Kesetaraan

  • Akses adalah kesempatan yg sama dalam memperoleh hak-hak dasar
  • Partisipasi adalah pelibatan yg seimbang dalam memperoleh sumber daya
  • Kontrol adalah keterlibatan dalam pengambilan keputusan
  • Manfaat adalah keterjangkauan untuk mendapatkan hasil yg sama dalam pembangunan

—◦◖◐▂Pencemaran Lingkungan▂◐◗◦—

Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara :

a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.


Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

b. Pencemaran Tanah

Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah.. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga. Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh adanya limbah domestik, limbah industri dan limbah pertanian.

dampak pencemaran tanah dapat menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan tanah, dan tekstur tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.


Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global

Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

1. Membuang sampah pada tempatnya

2. Penanggulangan limbah industri

3. Penanggulangan pencemaran udara

4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar

5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai

6. Pengurangan pemakaian CFC

Yang kita inginkan lingkungan kita tetap bersinh dan nyaman…

sumber-sumber yg menginspirasi saya :

http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/304-pencemaran-tanah

http://hend-learning.blogspot.com/2009/04/pencemaran-lingkungan.html

Terima kasih atas tulisan-tulisannya yg sangat berharga.


[[ – Teror Diatur Dari Penjara – ]]

Kapal 60Ton Bermuatan Peledak Ditangkap Dilaut Cina Selatan

BANDA ACEH, KOMPAS – Kelompok yang didugateroris di Nangroe Aceh Darussalammerupakan pertautan berbagai unsur dan latar belakang. Pemain lama dalam jaringan terorisme berperan cukup kuat, termasuk melakukan komunikasi dari penjara.

Pemain lama terbagi kedalam 3 kategori, yakni narapidana, bekas narapidana, dan buronan lama kasus terorisme. Pemain lama itu berperanberperan dalam mengarahkan, membuat simpul, mencari pemain baru, dan memanfaatkan berbagai potensi di Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Hal itu terungkap berdasarkan penyelidikandan interogasi tim Detaseman Anti Teror Polri di Aceh, Rabu (17/3) terhadap para teroris yg ditangkap. Salah satu indikasi keterlibatan narapidana terorisme adalah  adanya komunikasi Iwan Dharmawan alias Rois, Terpidana mati mati dalam kasus bom kuningan (didepan kedutaan besar Australia) tahun 2004, dengan 2 tersangka terorisme yg ditangkap di Aceh. Rois belum di eksekusi mati dan masih dipenjara di LP Cipinang. Sejauh ini polisi mendeteksi 2 tersangkayang ditangkap di Aceh yakni Sapta alias Ismet alias Syaelendra (40) Dan Zaki Rahmatullah alias Abu Jahid kerap bertelepon dengan Rois. Sapta dan Zaki berasal dari Pandeglang , Banten. Sapta anak buah Rois terlibat bom kuningan.

Informasi yg dihimpun di kepolisian, sekitar 2 pekan yg lalu. Polisi menggeledah Rois dan menemukan 8 teleponseluler yang selama ini digunakannya didalam penjara.

Humas Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Chandra Listiono mengatakan akan mengecek informasi tersebut. Ia sudah menghubungi kepala LP Cipinang, tempat Rois dipenjara, tetapi belum mendapatkan info detail, “mungkin kepala LP nya tidak tahu karena masih baru,” ujarnya.

Jaringan teroris diduga merekrutanggota mereka di NAD dengan memanfaatkan kegiatan perekrutan mujahidin untuk dikirim ke Palestinaoleh Front Pembela Islam (FPI) pd awal januari 2009. Pengiriman calon itu batal. Ketua FPI wilayah NAD Yusuf Al Qardhawi membantah keterlibatan FPI dengan terorisme yg ada.

Sementara itu aparat Bea Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Dan Cukai kepulauan Riau menangkap kapal yg bermuatan 60 ton bahan peledak berupa amonium nitrat di perairan laut cina selatan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kepri Nasar Salim, Rabu mengatakan, bahan peledak itu masuk secara ilegal dari Malaysia dengan tujuan Sulawesi.

http://gratisdoank.wordpress.com/2010/03/18/kompas-18-maret-2010/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.